Skip to main content

Posts

Musim dan Tetes Hujan

Jika aku bisa melabeli diri seseorang, akan kusebut dirimu pengacau. Musim memanas hingga minggu lalu, dan kau kemudian permisi hadir membawa percikan percikan air hujan yang seharusnya tidak ada saat ini. Aku suka panas. Dan aku ingin musim selamanya seperti itu. Aku mendengar tetesan-tetesan hujan yang kau bawa itu sedari jauh. Sejujurnya, ketika orang-orang memakai baju tipis dan bikini, anak anak bermain bola dan pasir di tepi pantai atau kolam renang buatan, aku tidak menyangka kau akan hadir dan membuat mereka sedih. Aku sendiri tidak sedih, aku hanya tidak menyangka kau kembali pada saat ini. Kau sampai di depan mataku sambil meringis, dan tertawa renyah, khasmu itu. Kau mengulurkan tanganmu yang basah, dan aku menatap bajumu yang kuyup dari atas sampai bawah. Sekali lagi, aku berpikir, kau seharusnya tidak berada disini sekarang. Orang-orang di tepi pantai itu melihatmu aneh, beberapa bahkan menunjuk-nunjuk ke arahmu dengan tawa mengejek. Aku telah memberitahumu, tapi...