Skip to main content

LiStory #003

Katanya orang-orang di kota besar hidup dalam rutinitas.

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya, sampai aku baca sebuah twit orang di Twitter, atau sekarang disebut X, bahwa mereka sering menandai orang orang di transportasi umum sebagai petunjuk apa mereka ‘’terlambat’ atau ‘kepagian’. Mereka cenderung mengenali orang orang yang membersamai mereka setiap hari. Wajah-wajah asing yang dikenal itu itu lama-lama terasa seperti bagian dari kereta itu sendiri, yang jika berubah sedikit saja, maka ada sesuatu yang salah.

Aku tadinya gak relate, karena aku cenderung cuek dan suka berganti-ganti rutinitas.

Sampai aku menyadari satu hal, rutinitas bukan hanya jam masuk atau pulang kantor, tapi bisa juga jam untuk buang air besar.

Aku tahu ini sedikit jorok, tapi biarkan aku membagikan keluh kesahku.

Ketika buang air besar, kalian tipe yang seperti apa? Sambil penuh ketenangan? Sambil bawa hape dan scroll medsos? Sambil baca buku? Atau sambil konsentrasi saja demi kesuksesan di bawah sana?

Aku adalah tipe yang suka ketenangan. Biarkanlah kita mind our business masing masing dengan penuh hikmat dan konsentrasi. 

Tapi sepertinya orang yang mempunyai jadwal rutin denganku tidak sependapat.

Setiap kali aku ke toilet lobi kantor jam 10 pagi, entah di bilik kanan atau kiriku, hampir selalu ada wanita yang buang air sambil main handphone. Kadang scroll tiktok, kadang sambil nonton youtube, kadang Instagram dengan volume penuh. Bukan hanya orang orang di dalam toilet, aku curiga suara suara itu sudah terdengar sampai keluar gedung.

Bukannya apa apa. Soalnya ada orang orang yang seperti aku ini, yang kalau sadar ada kehadiran orang lain, ‘dia’ langsung tiba tiba malu, introvert dan tidak ingin keluar.

Apalagi jika disandingi dengan lagu lagu tiktok itu. 'Mereka' langsung putar balik dan berubah pikiran, masuk lagi ke saluran pencernaan.

Dan kau tau apa yang paling menyebalkan?

Ketika orang itu menemukan video lucu, lalu sambil menontonnya, dia baca komentarnya satu persatu… yang membuat backsound video itu terus berulang sampai aku ikut hafal.

Kalau besok dia pindah jam buang air besar, mungkin hidupku akan sedikit lebih damai.

Semoga saja.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Fearless, 2008

https://www.youtube.com/watch?v=ptSjNWnzpjg 23 April kini bukan lagi hari yang biasa bagiku. Bertemu denganmu, mengubah segala sesuatu tentang 23 April, menjadi sesuatu yang berharga, bagiku, bagimu. Well, jika kamu berekspektasi aku akan menuliskan kata-kata indah dalam tulisan ini, kamu harus merendahkan banyak ekpektasimu. Aku kehilangan kemampuan menulisku sejak lama. Bahkan, setiap kata yang tertulis menjadi semakin hari semakin buruk. LOL.  Tapi setidaknya, aku akan mencoba… Hehe. Pertemuan kembali denganmu dengan cara paling indah yang Tuhan berikan adalah hal yang tidak pernah aku sangka sebelumnya. Menjalin hubungan denganmu, dicintaimu dengan begitu banyak dan tulus, juga mengikuti penyebab aku takjub dengan cara Tuhan mempertemukan hamba-hambanya dalam cinta.  Dulu, duluu sekali ketika kita dimasa dimana orang menyebutnya muda dan belia, pernah saling tertarik. Sampai suatu waktu, kita berpisah karena sibuk memperjuangkan mimpi masing masing.  Kau ta...

#LiStory, #LISTerature and #LifeLISTed

Halooo. It is been a while yaah.  Terakhir nulis di sini tahun 2020. Waktu itu aku masih single dan sama sekali belum kepikiran 'suka' olahraga karena tuntutan umur.  Wow. Just... WOW. Agak mengkhawatirkan juga. Padahal dulu rasanya nulis itu kayak kebutuhan hidup. Sekarang malah jadi hobi yang ketimbun sama kerjaan, rebahan, overthinking, dan alasan-alasan lain yang kalau ditulis satu-satu bisa jadi satu postingan sendiri. Soo... Ini adalah sebuah project untuk mengembalikan semangat nulisku. Aku akan menghidupkan kembali blog ini dengan tiga tagline utama. And it is... *jengjengjeeng... #LiStory, #LISTerature and #LifeLISTed! Biar ada tekanan sosial dikit. Karena udah diumumin. 🤝 Mulai hari ini, blog ini akan dibagi jadi tiga kategori. #LiStories Isinya kejadian-kejadian yang entah kenapa selalu milih aku jadi pemeran utamanya. Biasanya receh. Kadang memalukan. Seringnya lucu kalau udah lewat. #LISTerature Kalau tiba-tiba aku sok puitis atau mendadak merasa jadi penulis. Ce...

Review Novel Time[s] by Aya Swords

Penulis: Aya Swords Penerbit: Grasindo (2014) Sinopsis: Kelompok Pemberontakan terhadap Morgana Kompaniya yang mengatasnamakan diri sebagai MARS telah terbentuk. Seseorang bernama Vounder telah menyusun rencana pemberontakan ini sejak lama. Ia meninggalkan tiga buah petunjuk yang dibutuhkan dalam rencana pemberontakan itu dalam buku The Ways to Survive. Dengan berbagai cara, akhirnya buku itu jatuh ketangan Tatiana Hudgeson dan seorang Jupiter bernama Donald Hammer. Mereka berteleportasi menjelajah waktu untuk mengungkap semua rahasia. Tatiana mengetahui kenyataan bahwa hanya dirinyalah yang bisa memecahkan petunjuk-petunjuk tersebut. Gadis itu tak punya pilihan lain selain melakukan pencarian itu, dengan Donald Hammer yang selalu setia melindunginya. Pencarian itu berujung pada terungkapnya rahasia-rahasia yang mengejutkan dan menghadapkan Tatiana pada dua opsi: terus berjuang dengan mengabaikan keselamatannya, atau menyerah dan terus hidup dalam pengejaran seperti sebelumnya? ...