Skip to main content

22

Aku tahu seharusnya gak nulis blog lagi, setidaknya buat sekarang, dimana harusnya aku harus prioritasin buat mulai nulis skripsi. Tapi yaah. Karena dari dosen sendiri gak ada kemajuan buat maju, jadi aku gak bisa nentuin kemajuanku sendiri, ngelangkahin kuasa dan persetujuan dosen.

22.

Itu adalah pikiran awal waktu bangun pagi hari ini, dimana tiba-tiba, line mendadak penuh chat masuk. Bukannya aku lupa, bukan. Aku jelas ingat karena malam sebelumnya aku menganakan perayaan kecil-kecilan, well, bukan perayaan sih, intinya bertemu dengan teman yang baru saja ulang tahun, jadi pasti ngungkit ulang tahunku juga.

Apa yang dirasakan pertama kali waktu tahu sudah 22 tahun hidup di dunia?

Sedih dan kecewa.

Jujur saja, aku merasa jadi orang tidak berguna di dunia ini. Untuk temanku, apalagi untuk kluargaku. Tidak ada hal yang brharga dan special yang pernah aku lakukan untuk mereka. Bahkan setelah 22 tahun hidup bersama. Jadi selama ini aku ngapain aja?

Dan jujur lagi, tahun kemarin adalah tahun paling menyenangkan dalam hidup. Aku tidak hanya bisa berteman dengan orang-orang itu saja, aku juga bisa memperluas pergaulanku hingga ke mancanegara. Bahkan bisa sampai sangat dekat dengan mereka. Namun juga tahun kemarin menjadi tahun paling menyakitkan. Jika orang lain bisa sukses dengan beberapa kali percobaan, aku harus jatuh bangun ditolak kesempatan, bahkan sampai 12 kali dalam satu tahun. Ya. Dalam satu tahun saja. Karena itu mengapa sekarang aku tidak terlalu mengejar anganku itu. Biar Tuhan saja nanti yang memberi rezeki itu padaku, yang aku yakini.

Kemudian awal tahun ini. Seperempat tahun sudah terlewati. Namun banyak masalah yang harus aku jalani. Terutama masalah kesehatan. Ini memang menjadi problematikaku sejak beberapa tahun ini. 
Beberapa tahun yang puncaknya adalah awal tahun ini. Aku tidak akan secara gamblang mengatakan apa yang aku derita. Tapi yang pasti, membuatku putus asa. Serius. aku bahkan berpikiran umurku tidak akan sampai waktu sekarang. Itulah sebabnya sekarang aku menangis. Mungkin efek dari Album Chopin juga sih, yang sekarang aku dengarkan.

Aku selalu berpikir, dunia adalah milik mereka yang berusaha. Asal mereka berusaha dan berdoa kuat, Allah pasti melancarkan kehidupan hambaNya di dunia. Tapi tidak selalu. Entah saking putus asanya aku, aku sampai meyakini adanya luck, dimana kesuksesan itu hanya milik orang tertentu saja. Serius. tapi berpuluh-puluh kali ditolak, aku meyakini hal itu.

Meskipun aku tahu, aku tidak sebaiknya begitu, karena itu berarti aku tidak bersyukur.

Dulu aku punya banyak mimpi indah. Bahkan di umurku sekarang aku bisa menikah. Di umur yang sama ibuku terikat dengan ayahku. Namun jangankan menikah. Entah kenapa aku masih ragu dengan orang-orang di sekitarku. Bukannya aku tidak dekat dengan laki-laki manapun, aku hanya tidak tahu cara membuka hatiku. Rasa melompat-lompat zaman SMA yang sering aku rasakan itu menghilang entah kemana.

Mungkin karena aku pesimis dengan kehidupanku. Aku terlalu menutup diriku. Aku tidak pernah membuka diriku sepenuhnya kepada siapapun di dunia ini. Aku terlalu takut penolakan. Aku terlalu takut pengkhianatan. Aku terlalu memandang rendah diriku sendiri.

Aku sebenarnya malu. Malu sekali pada orang tuaku. Aku terlalu banyak menjadi beban pikiran mereka. Aku yang sudah 22 tahun ini tidak belum bisa menghasilkan satu hal pun yang bisa membanggakan mereka. Karena itulah aku tidak betah di rumah sekarang. Di rumah membuatku merasa tertekan.

Sial. Ini pasti gara-gara melodi Polonaise-fantaisie in A-Flat Major, Op. 61 yang membuatku menangis. Aku benci lagu ini sekarang.

Maafkan aku Ya Allah yang tidak bersyukur. Sungguh aku tidak mengharapkan apapun selain hidupku yang berjalan baik-baik saja di sisa kehidupanku. Yang baik-baik, pasti datang. Tapi secercah mimpipun aku tidak berani membayangkannya sekarang. Sekarang tidak ada mimpi. Hanya melangkah ke depan saja. Dan semoga, tidak bertambah buruk dari keadaan sekarang.
Tidak peduli tulisan ini enak dibaca atau tidak. Mungkin sedetik kemudian aku menyesali tulisan ini, karena begitu naik turunnya bipolarku akhir akhir ini. Tapi yaah. Setidaknya tidak untuk sekarang.


Semarang, 31 Maret 2017
Pukul 8.25
Siapa lagi kalau bukan aku


Comments

  1. tempat nonton film online gratis http://layarhd.com/

    tempat nonton film online gratis http://layarhd.com/

    tempat nonton film online gratis http://layarhd.com/

    tempat nonton film online gratis http://layarhd.com/

    tempat nonton film online gratis http://layarhd.com/

    tempat nonton film online gratis http://layarhd.com/

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Fearless, 2008

https://www.youtube.com/watch?v=ptSjNWnzpjg 23 April kini bukan lagi hari yang biasa bagiku. Bertemu denganmu, mengubah segala sesuatu tentang 23 April, menjadi sesuatu yang berharga, bagiku, bagimu. Well, jika kamu berekspektasi aku akan menuliskan kata-kata indah dalam tulisan ini, kamu harus merendahkan banyak ekpektasimu. Aku kehilangan kemampuan menulisku sejak lama. Bahkan, setiap kata yang tertulis menjadi semakin hari semakin buruk. LOL.  Tapi setidaknya, aku akan mencoba… Hehe. Pertemuan kembali denganmu dengan cara paling indah yang Tuhan berikan adalah hal yang tidak pernah aku sangka sebelumnya. Menjalin hubungan denganmu, dicintaimu dengan begitu banyak dan tulus, juga mengikuti penyebab aku takjub dengan cara Tuhan mempertemukan hamba-hambanya dalam cinta.  Dulu, duluu sekali ketika kita dimasa dimana orang menyebutnya muda dan belia, pernah saling tertarik. Sampai suatu waktu, kita berpisah karena sibuk memperjuangkan mimpi masing masing.  Kau ta...

#LiStory, #LISTerature and #LifeLISTed

Halooo. It is been a while yaah.  Terakhir nulis di sini tahun 2020. Waktu itu aku masih single dan sama sekali belum kepikiran 'suka' olahraga karena tuntutan umur.  Wow. Just... WOW. Agak mengkhawatirkan juga. Padahal dulu rasanya nulis itu kayak kebutuhan hidup. Sekarang malah jadi hobi yang ketimbun sama kerjaan, rebahan, overthinking, dan alasan-alasan lain yang kalau ditulis satu-satu bisa jadi satu postingan sendiri. Soo... Ini adalah sebuah project untuk mengembalikan semangat nulisku. Aku akan menghidupkan kembali blog ini dengan tiga tagline utama. And it is... *jengjengjeeng... #LiStory, #LISTerature and #LifeLISTed! Biar ada tekanan sosial dikit. Karena udah diumumin. 🤝 Mulai hari ini, blog ini akan dibagi jadi tiga kategori. #LiStories Isinya kejadian-kejadian yang entah kenapa selalu milih aku jadi pemeran utamanya. Biasanya receh. Kadang memalukan. Seringnya lucu kalau udah lewat. #LISTerature Kalau tiba-tiba aku sok puitis atau mendadak merasa jadi penulis. Ce...

Review Novel Time[s] by Aya Swords

Penulis: Aya Swords Penerbit: Grasindo (2014) Sinopsis: Kelompok Pemberontakan terhadap Morgana Kompaniya yang mengatasnamakan diri sebagai MARS telah terbentuk. Seseorang bernama Vounder telah menyusun rencana pemberontakan ini sejak lama. Ia meninggalkan tiga buah petunjuk yang dibutuhkan dalam rencana pemberontakan itu dalam buku The Ways to Survive. Dengan berbagai cara, akhirnya buku itu jatuh ketangan Tatiana Hudgeson dan seorang Jupiter bernama Donald Hammer. Mereka berteleportasi menjelajah waktu untuk mengungkap semua rahasia. Tatiana mengetahui kenyataan bahwa hanya dirinyalah yang bisa memecahkan petunjuk-petunjuk tersebut. Gadis itu tak punya pilihan lain selain melakukan pencarian itu, dengan Donald Hammer yang selalu setia melindunginya. Pencarian itu berujung pada terungkapnya rahasia-rahasia yang mengejutkan dan menghadapkan Tatiana pada dua opsi: terus berjuang dengan mengabaikan keselamatannya, atau menyerah dan terus hidup dalam pengejaran seperti sebelumnya? ...