Skip to main content

Review Novel Time[s] by Aya Swords


Penulis: Aya Swords
Penerbit: Grasindo (2014)

Sinopsis: Kelompok Pemberontakan terhadap Morgana Kompaniya yang mengatasnamakan diri sebagai MARS telah terbentuk. Seseorang bernama Vounder telah menyusun rencana pemberontakan ini sejak lama. Ia meninggalkan tiga buah petunjuk yang dibutuhkan dalam rencana pemberontakan itu dalam buku The Ways to Survive. Dengan berbagai cara, akhirnya buku itu jatuh ketangan Tatiana Hudgeson dan seorang Jupiter bernama Donald Hammer. Mereka berteleportasi menjelajah waktu untuk mengungkap semua rahasia. Tatiana mengetahui kenyataan bahwa hanya dirinyalah yang bisa memecahkan petunjuk-petunjuk tersebut. Gadis itu tak punya pilihan lain selain melakukan pencarian itu, dengan Donald Hammer yang selalu setia melindunginya. Pencarian itu berujung pada terungkapnya rahasia-rahasia yang mengejutkan dan menghadapkan Tatiana pada dua opsi: terus berjuang dengan mengabaikan keselamatannya, atau menyerah dan terus hidup dalam pengejaran seperti sebelumnya?

Ini adalah pertama kalinya saya membaca novel bergenre science fiction dengan unsur romance karya penulis Indonesia. Bukannya saya selama ini tidak tertarik, hanya saja saya sedikit underestimate dengan fiksi Indonesia. Beberapa novel fiksi Indonesia yang saya baca kurang memuaskan. Maka dari itu, untuk fiksi saya cenderung menyukai karya luar negeri. Oke, itu pendapat subjekti memang. Dan maaf saja jika cenderung kejam. ^^

Namun pendangan saya mengenai fiksi Indonesia sedikit berubah ketika saya membaca novel Time(s). Awalnya saya hanya iseng membelinya, ketika saya tertarik dengan cover, sinopsis dan beberapa testimoni di cover belakangnya. Begitu pulang dari toko buku, saya tidak langsung membacanya, dan hanya pada keesokan malamnya, saya mencoba membacanya.

Awalnya saya membaca pengarangnya, karena saya sudah tahu dari namanya, pasti pengarangnya adalah orang Indonesia. Namun hati saya mencelos ketika tahu kalau ini bukan buku pertama, melainkan buku sekuel kedua dari novel Mask(s). Sejujurnya, saya agak sebal jika disodorkan sebuah buku ke-sekian seri, sedangkan saya belum membaca buku pertamanya.

Namun, okelah. Mari kita baca. Toh juga saya sudah beli. Mari kita buktikan apakah buku ini sehebat testimoni yang ada di cover belakangnya.

Awalnya saya sedikit bingung karena ini merupakan buku kedua, dan saya belum membaca buku pertamanya. Namun lambat laun saya mengerti dan mulai terbiasa dengan alur yang disuguhkan Aya.

Selama membaca, saya tidak merasa sedang membaca karya penulis Indonesia. Saya merasa bahwa saya sedang membaca novel fiksi karya penulis-penulis luar negeri, seperti yang saya lakukan biasanya. Alur yang disuguhkan Aya begitu mengalir, tapi juga tidak mengurangi esensi misteri dan kejutan yang hampir selalu ada pada setiap babnya.

Saya memang belum membaca novel pertamanya, namun saya bisa memahami bagaimana kisah percintaan antara Shenia dan Stefhan. Saya sendiri kurang menyukai novel bergenre pure romance, yang kebanyakan menggambarkan kisah percintaan umat manusia yang cenderung melankolis. Mungkin untuk alasan ini pula, saya lebih suka hubungan antara Tatiana dan Don. Saya suka tokoh Tatty, seorang gadis yang ceria, energik dan cinta kebebasan. Saya juga menyukai hubungan Tatty dengan Don di awal cerita yang manis dan menggelitik.

Oke, bagi yang belum membaca mungkin sedikit bingung. Saya mengerti sekedar sinopsis juga tidak cukup, karena sinopsis diatas sama sekali tidak membeberkan apapun tentang alur novel ini. Novel ini terlalu benyak kejutan yang tak terduga (tapi memangnya ada kejutan yang bisa diduga?). Haha. Lupakan. Maka dari itu, saya kasih dikit spoilernya:

Tatiana Hudgson adalah adik dari Stefhan Hudgson, atau lebih tepatnya adik kembarnya. Dia adalah sahabat dari Shenia Arnoldi, tokoh utama dari buku yang pertama. Dalam novel kedua dia masih menjadi tokoh utama, tentu, namun porsinya dikurangi, hanya pada bagian awal dan akhir saja. Sedangkan sebagian bersar peran utama dilakonkan oleh Tatiana dan Donald Hemmer.

Secara singkat, baik Tatiana, Stefhan dan Don, sapaan akrab dari Donald Hammer adalah manusia-manusia 'super' yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan ilmiah bernama Morgana Kompaniya yang mempunyai tujuan jahat untuk menguasai dunia lewat mereka. Mereka, para manusia super sebelumnya telah disuntikkan gen tertentu untuk membuat mereka mempunyai kekuatan super. Kekuataan itu bisa berbeda-beda. Tatiana menguasai ilmu teleportasi. Stefhan menguasai Transfigurasi. Dan Don, dia bisa melakukan teleportasi, sekaligus bisa 'meprediksi' masa depan dan masa lalu dengan tepat. Singkatnya, proyek pengembangan manusia super itu harus gagal, dan para manusia super itu, atau yang biasa disebut dengan gen holder, kabur dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Sebenarnya mereka bertiga adalah tokoh utama yang merupakan gen holder. Banyak pula manusia-manusia yang lainnya. Karena diburu itu, mereka hidup dalam pengejaran selama hidup mereka. Karena itu, terbentuklah United of the First Civilization, atau disingkat UFC. UFC bekerja untuk melindungi para gen holder dari kejaran Morgana, atau pasukan mereka yang bertugas untuk mengejar para gen holder, Abillity Hunting Agents atau disebut juga AHA.

Suatu hari yang sudah direncanakan, Tatiana mendapat buku The Ways to Survive dari Paman Flores, kenalannya di Filipina. Paman Flores mengatakan bahwa buku itu sangat penting dan buku itu memang ditujukan untuk Tatiana. Awalnya Tatiana tidak mengerti. Namun setelah berdiksusi dengan Don, yang ternyata jauh lebih tahu daripadanya, dia mengerti. Akan ada semacam pemberontakan besar yang direncanakan oleh seseorang bernama Vounder kepada Morgana, untuk menghancurkan perusahaan itu dan membebaskan para gen holder yang selama ini hidupnya terkekang oleh pengejaran. Dan Vounder, menyisakan petunjuk untuk melaksanakan pemberontakan itu kepada Tatiana. Dan Tatiana mengerti, hanya dialah yang harus dan mampu melakukannya, karena Vounder sendiri, membuat petunjuk itu khusus untuknya. Dengan bantuan Don, akhirnya dia berteleportasi menjelajahi ruang dan waktu di berbagai dimensi dan daerah di seluruh dunia untuk memecahkan petunjuk dari Vounder dan membantu MARS untuk melakukan penyerangan.

Well, itu saja yang bisa saya bocorkan. Tapi yang jelas, pemberontakan itu belum sepenuhnya terencana dan novel ini harus berakhir dengan fakta mengejutkan dari petunjuk yang ketiga. Fakta yang mengejutkan apanya pun, tidak bisa saya bocorkan sendiri. :P

Untuk buku ini, saya beri bintang empat. ^^ Maaf tidak lima. Karena beberapa hal membuat saya kurang srek dengan novel ini. Oke, mungkin ini pendapat yang subjektif, jadi hargai saja ya. Aku kurang suka dengan kehidupan serba sempurna Shenia. Meskipun aku sendiri yakin kalau di novel berikutnya kehidupan Shenia tidak akan sesempurna itu. Aku sendiri suka dengan tokoh yang penuh dengan emosi, benci, takut, marah yang berlebihan, dan Shenia kurang menunjukkan emosinya. Oke, mungkin memang karakternya yang seperti itu. Jadi, lupakanlah kritikku yang sebenarnya tidak berdasar karena ini menurut dari seleraku.

Ada beberapa hal lain yang mengganjal sebenarnya, namun tidak kukatakan. Aku khawatir ini sebenarnya berasal dari sebab karena aku belum membaca buku yang pertama. Namun jujur saja, aku lebih menantikan buku ketiga daripada buku pertamanya. Alasannya jelas, karena aku (mungkin) sudah tahu alur cerita buku pertama. Kedua, aku lebih suka Tatiana sebagai sentris, karena sekali lagi, ini mengenai seleraku dengan tokoh utama. Walaupun sebenarnya aku yakin bahwa Shenia-Stefhan akan menjadi sentris lagi pada buku ketiga. ^^

Sukses terus untuk Aya Swords! Dan sukses terus penulis-penulis fiksi Indonesia. Aku berharap akan ada banyak penulis-penulis baru berbakat seperti Aya. Karena setelah membaca ini pun, aku sadar bahwa novel-novel fiksi Indonesia tidak kalah dengan novel luar negeri. Beberapa novel luar malah tidakk jauh lebih baik daripada novel ini. Sekian dulu review-ku. Buat kalian yang udah baca, gimana komentarnya? ^^

Comments

  1. Hallo, Athifah! Aku baru menemukan review mu ini, terimakasih banyak, ya sudah membaca! Dan terimakasih banyak atas bintang 4nya, I never thought I'd deserved better, 4 stars is already a great achievement ^^.
    Tunggu MAGNET(s)nya, ya! Semoga akan lebih memuaskan dari buku-buku sebelumnya.
    Oh, sebagai penghargaan atas review mu, aku akan berikan spoiler:
    Di buku ketiga nanti,porsi antara Stefhan, Shenia, dan Tatiana akan seimbang. Sama berat. Dan kita akan tahu kehidupan Shenia yang kesannya selalu digambarkan sempurna ternyata justru tidak seperti itu. Sepertinya, akan ada banyak perubahan penilaian kita terhadap beberapa tokoh karena kenyataan-kenyataan yang akan terungkap nantinya. And some facts are a bit hard to accept.
    Salam dari Tatiana untukmu ^^

    PS: semoga kamu nggak keberatan kalau link reviewmu ini ku post dalam twitterku @ayaswords dan twitter fanbase MASK(s) trilogy, @GenHolderSquad. Terimakasih banyak, Dear! <333

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo Mbak Ayaa~ Waah saya mendadak jingkrak-jingkrak menemukan balasan ini. Sungguh. Wkwkwk.

      Walaupun jelas, amat sangat telat sekali. Hampir satu tahun! lol. karena kebiasaan, saya gak terlalu bahkan hampir tidak pernah sama sekali ngecek comment section blog. Hehehe.

      Sukses mbak! Sampai sekarang bukunya belum terbit ya? Hehehe. Saya selalu masih mencari-cari setiap kali ke toko buku, bahkan di akun jual buku langganan saya. Ditunggu~ <3

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Fearless, 2008

https://www.youtube.com/watch?v=ptSjNWnzpjg 23 April kini bukan lagi hari yang biasa bagiku. Bertemu denganmu, mengubah segala sesuatu tentang 23 April, menjadi sesuatu yang berharga, bagiku, bagimu. Well, jika kamu berekspektasi aku akan menuliskan kata-kata indah dalam tulisan ini, kamu harus merendahkan banyak ekpektasimu. Aku kehilangan kemampuan menulisku sejak lama. Bahkan, setiap kata yang tertulis menjadi semakin hari semakin buruk. LOL.  Tapi setidaknya, aku akan mencoba… Hehe. Pertemuan kembali denganmu dengan cara paling indah yang Tuhan berikan adalah hal yang tidak pernah aku sangka sebelumnya. Menjalin hubungan denganmu, dicintaimu dengan begitu banyak dan tulus, juga mengikuti penyebab aku takjub dengan cara Tuhan mempertemukan hamba-hambanya dalam cinta.  Dulu, duluu sekali ketika kita dimasa dimana orang menyebutnya muda dan belia, pernah saling tertarik. Sampai suatu waktu, kita berpisah karena sibuk memperjuangkan mimpi masing masing.  Kau ta...

#LiStory, #LISTerature and #LifeLISTed

Halooo. It is been a while yaah.  Terakhir nulis di sini tahun 2020. Waktu itu aku masih single dan sama sekali belum kepikiran 'suka' olahraga karena tuntutan umur.  Wow. Just... WOW. Agak mengkhawatirkan juga. Padahal dulu rasanya nulis itu kayak kebutuhan hidup. Sekarang malah jadi hobi yang ketimbun sama kerjaan, rebahan, overthinking, dan alasan-alasan lain yang kalau ditulis satu-satu bisa jadi satu postingan sendiri. Soo... Ini adalah sebuah project untuk mengembalikan semangat nulisku. Aku akan menghidupkan kembali blog ini dengan tiga tagline utama. And it is... *jengjengjeeng... #LiStory, #LISTerature and #LifeLISTed! Biar ada tekanan sosial dikit. Karena udah diumumin. 🤝 Mulai hari ini, blog ini akan dibagi jadi tiga kategori. #LiStories Isinya kejadian-kejadian yang entah kenapa selalu milih aku jadi pemeran utamanya. Biasanya receh. Kadang memalukan. Seringnya lucu kalau udah lewat. #LISTerature Kalau tiba-tiba aku sok puitis atau mendadak merasa jadi penulis. Ce...